TANGISAN SANG REMBULAN



Tangisan Sang Rembulan


Tangisan sang rembulan, memecahkan sunyinya malam, rindu yang kian menghunjam, rasa yang kian menggebu, tetapi sendu dan kelu untuk di katakan, akankah rembulan bisa menyampaikan? sesuatu yang sangat sulit untuk di ungkapkan.

Gelap dan dinginnya malam ini, seakan membuatnya terpaku, membisu. Hati bertanya dan terus bertanya, walau belum saatnya jawaban itu terjawab dalam realita, hanya sebatas penghibur semata, tetapi malam akan datang bila waktunya telah tiba.

Di malam yang gelap ini, sang rembulan membayangkan akan berseri, jika dapat bersama-sama dengan sang malam, dan bintang gemintang berkedip, memancarkan cahaya yang begitu bersinar, tak redup cahayanya bintang gemintang itu, seakan dia pun ikut bahagia dengan kedatangan sang malam,
tetapi itu hanyalah harapan,
karena malam tetaplah malam, yang akan berakhir pergi hingga berganti dengan fajar. Tetapi ada harapan besar dalam jiwa, yang tak pernah putus dalam doa.


✍ Sevi Ulandari, @sevi_ulandari 

Bogor, 5 juni 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTANYAAN

HANYA MENGEJAR ANGAN

Alangkah Indah