Mungkinkah?




Mungkinkah?


Bagaikan malam yang merindukan rembulan,
Langkahku kian tertahan di balik ketidak-kuasaan,
Terus bersembunyi di balik tabir keikhlasan,
Terus terperangkap dalam hening kekurangan-kekurangan,
Pesona diri yang tak memiliki kepukauan, apalagi sekelumit kegemilangan,
Dia cahaya sedangkan aku kegelapan,
Mungkinkah kami di persatukan?

✍ Sevi Ulandari, @sevi_ulandari 
Bogor, 12 Agustus 2020
Rabu, 17:30


Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERTANYAAN

HANYA MENGEJAR ANGAN

Alangkah Indah