Tangisan Sang Rembulan 2
Tangisan Sang Rembulan 2 Sayup-sayup malam kini telah datang, Rembulan pun semakin terang benderang, Bintang gemintang berdatangan, berkedip terang, hingga kedipan cahayanya tak pernah redup dalam pandangan, Udara dingin yang menyelusup pada tubuh, yang seakan udaranya tak mau menghangatkan, Suara-suara pun kian redup tak terdengar lagi kebisingan-kebisingan. Rembulan menyaksikan begitu banyak bintang gemintang yang berdatangan, cahayanya seakan menerangi hati yang sedang suram. Tangis Rembulan tetiba pecah, hingga memecahkan sunyinya malam dan dinginnya malam. Rembulan berucap lirih sendirian: "Oh Tuan, bilakah engkau akan datang? Bilakah waktu yang kau tunggu itu untuk menjemputku?. Ingin kupersembahkan cantikku hanya untukmu, ingin kupersembahkan pesonaku hanya untukmu, banyak yang ingin mempersuntingku, banyak yang menginginkan diriku. Disini aku terpaku juga ragu, membisu juga terbelenggu, tetap menunggumu atau justru aku harus menerima Bintang itu? Sedangk...